Sebuah Pendahuluan Terhadap Manajemen Strategi

Hallo... kembali lagi pada salah satu artikel manajemen saya yang bertopik manajemen strategik, pada kali ini saya akan menjabarkan sifat dari manajemen strategik, dan bagaimana tahapan implementasi didalamnya, dan mengapa penerapannya menjadi penting dan dampaknya pada perusahaan yang menggunakannya secara benar dan yang mengabaikannya dalam contoh nyata yang kecil...

Saya tahu saya bukanlah siapa-siapa dalam topik pembahasan kali ini, namun berikut ini adalah sebagian rangkuman dari buku manajemen strategi dan beberapa literatur yang saya baca seperti dari buku the Apple Way dan film pirrates of sillicon valley, I Hope you enjoy my articles....

So here we go :

Currently I'm writing this article for my Master degree assignment, and since we don't use english as our major language, I'm currently writing this one in Indonesian, if there's any request to write in English, please let me know by emailing me at : christian.gamas.blog@gmail.com, and I promise you, I'll give my time for translating it, for now you can use tool like google translate for translating this article... :D

Part 1 The Nature Of Strategic Management


1.1 Mendefinisikan Manajemen Strategik
Manajemen Strategik dapat dikatakan sebagai seni dan sains dalam melakukan formulasi, penerapan, dan evaluasi keputusan lintas-fungsi yang objektifnya adalah untuk mencapai tujuannya. Manajemen Strategik berbicara tentang bagaimana mengintegrasikan pemasaran, keuangan, akuntansi, produksi, operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi terkomputerisasi untuk mencapai kesuksesan organisasi. Tujuan utama dari manajemen Strategik adalah melakukan eksploitasi dan menciptakan peluang yang baru dan berbeda untuk masa yang akan datang.
Manajemen Strategik lahir sebagai istilah awalnya pada tahun 1950, dan menjadi populer pada tahun 1960 hingga 1970. Dan pada saat ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai macam permasalahan. Pada tahun 1980an metode terdapat berbagai planning models yang belum memberikan hasil yang memuaskan hingga manajemen strategik terkesampingkan. Pada tahun 1990an manajemen strategik mulai dilihat kembali dan digunakan secara luas dalam dunia bisnis.
Pada intinya manajemen strategik adalah rencana dari perusahaan untuk berkerja. Bila diibaratkan dalam sebuah permainan olahraga, rencana kerja perusahaan ini dapat diibaratkan dengan rencana strategi permainan sebuah tim olahraga, dimana tim yang baik memiliki strategi permainan yang baik untuk dapat sukses dalam kompetesi.

1.2 Tahapan-Tahapan Dari Manajemen Strategik
Tahapan dari manajemen strategik adalah formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi strategi sebagai langkah awal meliputi hal-hal sebagai berikut :
Mengembangkan visi dan misi
Identifikasi peluang dan ancaman dari luar organisasi
Mengenali kekuatan dan kelemahan organisasi
Menetapkan objektif jangka panjang
Membangun strategi alternatif, dan
Memilih strategi yang akan dicapai.

Hal-hal baru yang dapat disertakan dalam melakukan formulasi adalah menentukan bisnis baru yang akan dimasuki atau ditinggalkan, alokasi sumber daya, dan lain-lain.
Karena tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya tidak terbatas, maka pengambil keputusan harus menentukan strategi alternatif yang akan memberikan organisasi keuntungan yang paling tepat. Formulasi strategi mempengaruhi organisasi pada produk yang spesifik, pasar, sumber daya, dan teknologi dalam periode waktu tertentu. Para top manager memiliki kemampuan untuk memahamu dari perspektif yang terbaik tentang bagaimana meracik dan mengolah keputusan formulasi dari keputusan strategi, sehingga mereka memiliki otoritas untuk menentukan dan memberlakukan strategi yang dibutuhkan untuk proses implementasi.
Implementasi strategi membutuhkan perusahaan untuk menentukan secara pasti objektif annual, kebijakan yang sesuai, memotivasi pegawai, dan mengalokasikan sumber-sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dieksekusi. Proses implementasi strategi ini meliputi pengembangan kultur yang mendukung implementasi dari strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif, melakukan pengarahan ulang upaya dari pemasaran, menyiapkan budget, mengembangkan dan mengutilisasikan sistem informasi, dan menyeimbangkan kompensasi pegawai dengan performanya dalam organisasi.
Proses implementasi seringkali disebut juga sebagai “tahap beraksi” dari manajemen strategi. Dalam tahap ini dilakukan mobilisasi pegawai dan manager untuk mengubah formulasi strategi menjadi tindakan. Sebagai tahapan tersulit dalam manajemen strategi, implementasi strategi membutuhkan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan. Implementasi strategi yang sukses biasanya bergantung pada kemampuan manager untuk memotivasi pegawai yang biasanya hal ini lebih cenderung berupa seni ketimbang pengetahuan. Strategi yang telah diformulasikan tanpa implementasi yang sesuai tidak memberikan hasil yang berguna, sehingga kemampuan interpersonal tersebut yang menentukan implementasi itu dapat berhasil atau tidak.
Evaluasi strategi adalah tahapan akhir dari manajemen strategik. Manager perlu mengetahui apakah strategi yang digunakan sudah berjalan dengan baik atau tidak, dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui penyebab yang menyebabkan eksekusi strategi tidak berhasil, atau menentukan langkah selanjutnya atau perubahan terhadap apa yang sudah berhasil atau terjadi. Perlu diketahui bahwa setiap strategi adalah subjek dari perubahan yang diperlukan karena faktor internal maupun eksternal selalu berubah-ubah.
Terdapat tiga aktifitas evaluasi yaitu (1). Melakukan review terhadap faktor eksternal dan internal yang berada pada strategi yang saat ini sedang digunakan, (2) mengukur performa, dan (3) mengambil tindakan untuk mengoreksi. Evaluasi diperlukan karena kesuksesan yang terjadi saat ini tidaklah dapat menjamin kesuksesan di masa yang akan datang. Kesuksesan selalu menciptakan permasalahan yang baru dan bisa berbeda sama sekali.
Salah satu contoh bagaimana strategi yang konsisten digunakan setelah pada suatu kesuksesan tidak bisa membuat kesuksesan berlanjut terus menerus dapat kita perhatikan pada industri teknologi, dimana Apple Computer Inc. yang sukses dengan produk Apple I, Apple II, menuai kegagalan berturut-turut dengan produk mereka selanjutnya dimulai dari Apple Lisa, Apple Newton, dan proyek-proyek berikutnya yang membuat Steve Jobs pada akhirnya dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri.
Pemecatan Steve Jobs terjadi karena kurang nya kemampuan beliau dalam melakukan formulasi strategi dan implementasi dikarenakan kemampuan interpersonal yang kurang baik, dalam beberapa literatur telah diketahui bagaimana Steve Jobs menekan dengan keras karyawannya untuk berkerja 90 jam per minggu untuk menciptakan apa yang dia inginkan dan bagaimana dia menciptakan suasana kurang membangun dan cenderung memecah-belah antar tim dalam organisasi perusahaannya sendiri yaitu dengan sengaja memotivasi karyawannya yang berada dalam tim Apple II dan tim Lisa untuk saling menghina dan membenci. Apa yang terjadi pada perusahaan ini selanjutnya juga menjadi tidak lebih baik karena kepemimpinan dan kesalahan formulasi strategi seperti memberikan lisensi produk pada perusahaan lain seperti yang dilakukan kompetitornya juga tidak memberikan hasil yang memuaskan, selanjutnya saat Apple Computer telah siap untuk terus mengubah dan mengevaluasi strategi secara rutin dan tertolong dari kebangkrutan hingga sebagian sahamnya dibeli oleh kompetitor utamanya yaitu Microsoft, pada akhirnya perusahaan ini berangsur pulih dan bangkit kembali.
Sebaliknya, contoh lain dari manajemen strategik yang sukses dapat kita lihat dari contoh brilian yang terdapat dalam perusahaan Microsoft. Mereka yang berkerja di Microsoft bukanlah penemu yang selalu mengeluarkan sesuatu yang baru, namun penentuan visi dan misi yang jelas, hingga apa yang ingin mereka capai dan periode waktu yang jelas hingga evaluasi yang baik memberikan mereka kesempatan dari sebuah perusahaan kecil yang dulunya berkantor di kamar sebuah motel menjadi perusahaan pembuat software terbesar dengan market share sebesar 90% dalam industri teknologi informasi.

0 comments: